<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DUNSA</title>
	<atom:link href="http://dunsa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dunsa.wordpress.com</link>
	<description>Konspirasi besar terungkap. Merphilia harus membunuh ibunya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 03:57:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dunsa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7ab9525cb411bfe8d6e5b851a7f96f9f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>DUNSA</title>
		<link>http://dunsa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dunsa.wordpress.com/osd.xml" title="DUNSA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dunsa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lomba Review Dunsa</title>
		<link>http://dunsa.wordpress.com/2012/01/10/lomba-review-dunsa/</link>
		<comments>http://dunsa.wordpress.com/2012/01/10/lomba-review-dunsa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 02:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dunsa.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Udah baca novel “Dunsa”, dooong? Suka nulis review buku di blog? Jangan cuma disimpen sendiri! Ayo ikutan Lomba Review Dunsa! &#160; APA ITU “REVIEW”? Singkatnya, kalau abis baca novel pasti kamu punya komentar dari sudut pandang kamu tentang cerita dalam novel itu, &#8230; <a href="http://dunsa.wordpress.com/2012/01/10/lomba-review-dunsa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=64&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah baca novel “Dunsa”, dooong? Suka nulis <em>review</em> buku di blog? Jangan cuma disimpen sendiri! Ayo ikutan Lomba Review Dunsa!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>APA ITU “REVIEW”?</p>
<p>Singkatnya, kalau abis baca novel pasti kamu punya komentar dari sudut pandang kamu tentang cerita dalam novel itu, nah itu kamu tulis beserta aspek-aspek yang menurut kamu menarik. Apa yang kamu suka dari “Dunsa”, bagian mana yang jadi favorit kamu, siapa tokoh yang bikin kamu jatuh cinta, dan lain-lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>APA YANG HARUS KAMU LAKUKAN?</p>
<p>1. Baca novel “Dunsa”. (Lebih bagus lagi sekalian beli, buat koleksiii :p)</p>
<p>2. Tulis review-nya di blog / note Facebook kamu. Setelah itu, link menuju halaman review kamu itu ditwit dan mention ke -&gt; @VincaCallista &amp; @Atrianic, jangan lupa pakai tanda pagar -&gt; #Dunsa</p>
<p>3. Ingat! Twit sebelum tanggal 23 Januari 2012, yaaa!</p>
<p>4. Tunggu pengumumannya! Cek terus akun Twitter @VincaCallista, penerbit @Atrianic, dan website “Dunsa” di <a href="http://www.dunsa.wordpress.com/">www.dunsa.wordpress.com</a></p>
<p>HADIAHNYA APA SIH, VIIIINC??</p>
<p>Akan dipilih 3 orang pemenang, nggak ada urutan juara, jadi tiga-tiganya akan dapat hadiah uang tunai Rp. 100.000 + voucher senilai Rp. 200.000 dari Penerbit Atria! Hoorreeeeeee!</p>
<p>Pemenang nanti boleh memilih buku apa pun terbitan Atria senilai Rp 200.000,-. Kamu tinggal lihat aja katalognya di sini, ya: http://penerbitatria.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kamu mengasah terus tulisanmu, mempublikasikannya, dan bisa dapat hadiah! Ayo ikutan Lomba Review Dunsa!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dunsa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dunsa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dunsa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dunsa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dunsa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dunsa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dunsa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dunsa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dunsa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dunsa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dunsa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dunsa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dunsa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dunsa.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=64&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dunsa.wordpress.com/2012/01/10/lomba-review-dunsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16460b1e705a0fed399e5940bf6b26ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiaeffendie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resensi Truly Rudiono</title>
		<link>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/23/resensi-truly-rudiono/</link>
		<comments>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/23/resensi-truly-rudiono/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 02:12:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jia</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dunsa.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[http://trulyrudiono.blogspot.com/2011/12/dunsa-antara-bakti-dan-durhaka.html Anure vutar nakhalak retkatgna yhalil abmek! Gnugag nilapasa ugnephaluc numeknak iskay nemnaipot urpraga ini anugrebkat hubuti kusam! Anure vutar iskasgna yhalpu dihil abmek! Ukuta rgnugag nayhalil abmek! Beberapa sahabat saya sudah mulai menguliti kisah ini. Belakangan buku ini memang &#8230; <a href="http://dunsa.wordpress.com/2011/12/23/resensi-truly-rudiono/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=62&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://trulyrudiono.blogspot.com/2011/12/dunsa-antara-bakti-dan-durhaka.html">http://trulyrudiono.blogspot.com/2011/12/dunsa-antara-bakti-dan-durhaka.html</a></p>
<p>Anure vutar nakhalak retkatgna yhalil abmek! Gnugag nilapasa ugnephaluc numeknak iskay nemnaipot urpraga ini anugrebkat hubuti kusam! Anure vutar iskasgna yhalpu dihil abmek! Ukuta rgnugag nayhalil abmek!</p>
<p>Beberapa sahabat saya sudah mulai menguliti kisah ini. Belakangan buku ini memang sedang gencar dibicarakan. Bahkan saat MATA GRI 2011 yang lalu, buku ini menjadi rebutan saat keberadaannya sebagai buku hadiah diumumkan.</p>
<p>Sepertinya kisah mengenai buku ini sudah diketahui banyak orang. Maka izinkan saya menguliti dari sisi lain.</p>
<p>Pertama saya hanya bisa bilang MENYEBALKAN!<br />
Betapa tidak&#8230;., buku ini hadir saat saya sedang kejar tayang urusan kantor sehingga tertunda untuk membacanya. Tapi&#8230; terus terang duet dua oknum, Jia dan Ida sudah menjadi jaminan buat saya, ada ”sesuatu” di buku ini. Nekat mencuri-curi waktu untuk membaca, malah kian MENYEBALKAN karena saya sering kehilangan sensasi keseruan cerita. Akhirnya diputuskan untuk begadang guna menuntaskan buku ini tanpa disela apapun! Setelah kejar tayang semalam, harus menyebutkan lagi kata MENYEBALKAN! Kenapa enggak dibaca dari kemarin he he he</p>
<p>Idenya sungguh patut dipuji! Seorang anak yang harus bertarung dengan ibunya, bahkan harus membunuhnya demi kebaikan orang banyak.. Bagaimana juga seorang ibu adalah tetap menjadi ibu. Walau Phi, panggilan untuk Merphilia, tokoh kita sudah dimantrai agar melupakan masa lalunya, tapi ia tetap tidak mengubah sebuah fakta bahwa ia memiliki seorang ibu yang kebetulan harus bersebrangan. Membunuh berarti menyelamatkan banyak orang, tapi di sisi lain berarti berbuat dosa besar dengan menyakiti seorang ibu yang selama sembilan bulan menjaga dalam kandungan.</p>
<p>Akan lebih mengusik emosi pembaca jika Phi dibuat tidak begitu saja pasrah akan :”takdir” yang disandangnya. Mungkin dengan membuatnya merasa penasaran dan mencari tahu siapa ibunya, tidak hanya puas dengan cerita dari pihak istana dan Bruzila pengasuhnya. Sisi ini harusnya bisa diolah dengan lebih menarik.tidak hanya adegan perkelahian saja antara Ratu Merah dan Phi yang selalu kelihatan begitu bernapsu membunuhnya.</p>
<p>Tokoh Bruzila sepertinya kurang diberi peran kecuali sebagai seseorang yang mengasuh Phi. Kalau pun sedikit menonjol hanya betapa besar pengaruhnya pada Phi dihalaman sekian he he he Begitu juga dengan beberapa tokoh yang sepertinya hanya sebagai bumbu penyedap saja. Jadi berkesan seperti sinetron kolosal.</p>
<p>Kisah di halaman 322-323 sebenarnya sedikit membingungkan saya, bagaimana bisa benda itu ditemukan dengan begitu mudahnya? Bukannya Ratu Veruna seharunya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan penjagaan yang ketat dan sejenisnya? Andai saja ini bisa dikembangkan, kisah Dunsa bisa lebih dari satu buku.</p>
<p>Kisah kasih antara tokoh utama memang selalu menjadi bumbu penyedap. Begitu juga kisah kasih Phi. Sudah tertebak bahwa kelak akan ada bagian yang menyebutkan bagaimana Phi dijodohkan dengan pangeran Z tapi justru menjalin cinta terlarang dengan pangeran Q. Sikap mereka yang bersikap acuh tak acuh pada status mereka membuat pembaca langsung bisa menebak kemana hubungan mereka akan dibawa (alah!)</p>
<p>Belakangan ini penulis kisah fantasi sering menambahkan data pendukung seperti peta dan silsilah guna membantu pembaca kian menikmati cerita. Dalam Dunsa kita akan menemukan peta serta silsilah keluarga kerajaan. Peta yang ada persis dengan penggambaran penulis mengenai suatu lokasi. Konsisten dan sangat teliti. Saat membaca sebuah lokasi, saya langsung terbayang dengan peta yang ada di halaman awal buku. Membuat saya kian berasa ikut bersama mereka dalam kisah ini, berada di sisi Pangeran Skandar (gak mau rugi cari yang guanteng)</p>
<p>Lain lagi untuk urusan silsilah, selain tidak nyaman dibaca, saya harus menduga-duga perbedaan kotak yang satu dengan yang lain, yang menandakan si pemilik nama masih hidup atau sudah meninggal. Coba ada penjelasannya dan font lebih nyaman pasti lebih menyenangkan untuk dibaca.</p>
<p>Penjabaran penulis mengenai suatu hal langsung di kalimat berikutnya sungguh sangat membantu pembaca menikmati kisah yang ada. Misalnya perihal Zauberei dihalaman tiga puluh, lalu Oro-Roku di halaman 10-11. Disana ditulis, “ Kabarnya mereka terkena Kutukan Ora-Roku…. Ora-Roku adalah monster ular raksaksa berkepala enam yang legendari dan dianggap telah punah.” Pembaca tidak perlu bolak-balik mengintip glosarium agar mengerti apa itu Ora-Roku.</p>
<p>Di akhir buku ternyata terdapat glosarium, sayang kurang lengkap. Andai perihal Ora-Roku dan lainnya juga dicantumkan kembali di glosarium tentu akan lebih membantu menikmati kisah ini, terutama bagi mereka yang menikmati kisah tidak dengan sekali baca. Maklum begitu banyak makhluk dan tumbuhan yang ada Usul jahil, bagaimana jika diciptakan sebuah suplemen yang berisi hal-hal yang ada di Dunsa, seperti hewan, tumbuhan, mosnter dan sebagainya. Jika ditambah dengan ilustrasi tentu kian seru. Oh yah makhluk fantasi favorit saya adalah Wyattenakai.</p>
<p>Satu lagi kelebihan buku ini, penulis tidak latah membangun sebuah dunia seperti LOR, HP dan lainnya. Unsur lokal juga ditawarkan disini. Lebih baik hanya sedikit dari pada tidak ada sama sekali.</p>
<p>Secara garis besar kisah ini diramu dengan apik. Semuanya mengalir dengan manis, walau ada kekurangan di sana-sini tapi cukuplah tertutup dengan kelebihan yang disajikan. Hanya kadang perpindahan sebuah peristiwa atau lokasi masih kurang manis sehingga terasa janggal seakan ada bagian yang dibuang. Harry K. P, Bonmedo Tambunan, Andry Chang awas&#8230; ada pesaing baru!</p>
<p>Setelah Tasaro dengan bahasa Kedalunya, buku ini juga menawarkan sebuah bahasa khusus yang membuat kisahnya kian seru.Hem ada artinya atau sekedar permainan huruf yahhh</p>
<p>Saat membaca nama-nama di belakang saya baru sadar nama saya tidak ada di sana. Sepertinya saya sudah melakukan preorder. Tapi biarlah, enggak penting. Toh buku ini mendarat dengan manis atas jasa Bapak Peri Buku a.k.a M Dyan Prianto.</p>
<p>Apa lagi yahhhh?<br />
Sementara itu dulu lah&#8230;.</p>
<p>Ekzh ierebu aziam admal-as ekzh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dunsa.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dunsa.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dunsa.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dunsa.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dunsa.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dunsa.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dunsa.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dunsa.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dunsa.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dunsa.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dunsa.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dunsa.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dunsa.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dunsa.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=62&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/23/resensi-truly-rudiono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16460b1e705a0fed399e5940bf6b26ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiaeffendie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Review by Nophie Nos</title>
		<link>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/12/review-by-nophie-nos/</link>
		<comments>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/12/review-by-nophie-nos/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 02:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jia</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dunsa.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[(diambil dari blog http://mymilkyway.blogdetik.com/2011/12/11/dunsa/) Suka dengan novel petualangan di dunia yang penuh keajaiban, dengan dibumbui romansa anak muda? Barangkali DUNSA ini bisa menjadi salah satu pilihan yang cukup memuaskan. Bergenre fantasi, buat saya menyimak petualangan DUNSA di dunia PRUTOPIAN memberikan sensasi petualangan &#8230; <a href="http://dunsa.wordpress.com/2011/12/12/review-by-nophie-nos/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=59&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(diambil dari blog http://mymilkyway.blogdetik.com/2011/12/11/dunsa/)</p>
<p>Suka dengan novel petualangan di dunia yang penuh keajaiban, dengan dibumbui romansa anak muda? Barangkali DUNSA ini bisa menjadi salah satu pilihan yang cukup memuaskan. Bergenre fantasi, buat saya menyimak petualangan DUNSA di dunia PRUTOPIAN memberikan sensasi petualangan yang tidak kalah dari novel fantasi terjemahan. Ups. Sudahkah saya bilang kalau ini novel fantasi karya anak negeri? Yup, ini karya Indonesia. Dan menurut saya ini bisa jadi karya yang potensial dengan dukungan dari pembaca Indonesia. Siap-siap ya baca review ini, karena agak panjang.</p>
<p>Merphilia Dunsa, adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang hidup bersama bibinya di Tirai Banir, wilayah terpencil dan terasing di kerajaan Naraniscala. Naraniscala adalah salah satu dari empat negeri besar di dunia PRUTOPIAN. Negeri lainnya adalah Fatacetta, Delmorania, dan Ciracindaga. Di Tirai Banir, Merphilia Dunsa tak mengenal seorangpun dan pehubungnya dengan dunia luar hanyalah buku-bukunya. Sampai suatu ketika, dua orang Zauberei (kaum penyihir Prutopian) bertandang ke rumahnya. Zauberei ini membawakan kabar bahwa Merphilia adalah gadis yang disebutkan dalam kitab Kahrama. Kitab itu menyebutkan bahwa hanya Merphilia lah yang bisa menghancurkan Ratu Merah yang kejam dan berniat menguasai seluruh Prutopian. Masa lalu Merphilia pun terkuak. Ratu Merah yang harus dibunuhnya ternyata adalah ibu kandungnya yang tak pernah dikenalnya. Merphilia Dunsa pun masuk ke dalam kerajaan Naraniscala, menerima sikap sinis dari beberapa anggota keluarga kerajaan, dan terlibat asmara dengan Pangeran Skandar Ardelazam, anak dari almarhum Maharaja Claresta, sekaligus kakak Merphilia satu ayah lain ibu.</p>
<p>Mungkin semakin seorang penulis bersemangat menuliskan karyanya, semakin nyaman pembaca dibuatnya. Mungkin. Itu karena pada awal-awal membaca novel fantasi lokal, saya selalu merasa kurang mendapat greget di awal dan baru bisa larut ke dalam cerita mulai menjelang pertengahan buku. Termasuk buku ini, sebenarnya saya sudah tergoda untuk menutup buku ini karena tidak bisa mendapatkan greget ceritanya. Saya merasa karena di cover belakang sudah tertulis bahwa Merphilia harus membunuh ibunya, rahasianya sudah ketahuan, jadi hilang gregetnya. Buat saya cerita sebenarnya baru dimulai di halaman 66. Tantangan utama penulis novel fantasi adalah sejak halaman pertama harus bisa membawa pembaca masuk dan MELIHAT sendiri, dunia ajaib ciptaannya. Seolah semua peristiwa ada di depan mata. DUNSA tidak bisa melakukan itu di awal-awal, cuma seperti sedang mendengar seseorang membacakan dongeng untuk saya. Tapi menjelang pertengahan hingga akhir, ketika saya sudah berhasil “dibawa masuk” ke dalam petualangan di dunia Prutopian (dan sudah berhasil menghafal nama-nama yang panjang dan cukup menyulitkan), malah saya yang gak bisa menaruh buku ini dan berhenti membaca.</p>
<p>Catatan lain saya adalah mengenai karakter. Entah kenapa yang saya suka justru cuma tokoh Alepoya, ketua kaum Wyattenakai, salah satu makhluk ajaib Prutopian.Makhluk ajaib seperti apakah Wyattenakai itu? Baca sendiri ya! Saya tidak suka Merphilia yang rasanya “too good to be true”, begitu pula karakter Skandar. Novel fantasi menurut saya bisa lebih mempesona apabila tokoh utamanya justru semakin realistis dan manusiawi, karena dengan begitu pembaca pun bisa lebih larut dalam keajaiban dunia fantasi. Saya rasa tidak ada salahnya Vinca membuat karakter utama yang tengil, nyeleneh,dan tidak sempurna karena tokoh—tokoh itu masih bisa dicintai pembaca. Contohnya saja Ronald Weasley, atau bahkan Harry Potter sendiri. Ohya, saya sebenarnya terganggu dengan romansa yang diperlihatkan antara Merphilia dan Skandar. Belum jadi apa-apa sudah nempeeeelll terus. Hei, padahal kalian kan saudara seayah?? Incest dong? XD Menurut saya, kisah cinta Skandar dan Merphilia seharusnya dibuat lebih mendalam, dengan banyak konflik psikologis, akan lebih menarik dan greget.</p>
<p>Sebagai “Potter-freak”, kecenderungan saya ketika membaca novel fantasi adalah membandingkannya dengan Harry Potter. Tapi saya akan berusaha objektif. Beberapa bagian memang mengingatkan saya sekilas pada Harry Potter, tapi untunglah, penulis bisa mengembangkannya dengan detil yang berbeda. Beberapa kemiripan yang saya temui itu antara lain: Cara Ratu Veruna mengambil alih kekuasaan, mirip metode Voldemort. Mungkin memang itu metode yang paling realistis (ditinjau dari seni perang ) ya. Kebangkitan Ratu Veruna yang menyimpan jiwanya dari sebuah Danda Merah atas bantuan seseorang (mengingatkan pada Horcrux). Disebutnya Merphilia sebagai satu-satunya yang bisa menghancurkan penguasa lalim juga mengingatkan saya pada ramalan “the chosen one”. Tapi di sini Vinca sukses memberikan sentuhan yang sangat berbeda dari Horcrux Voldemort dan ramalan Trelawney. Seperti apa? Baca sendiri ya!</p>
<p>Kekuatan dari novel ini, yang memikat buat saya adalah petualangannya. Penulis berhasil membuat saya melihat dan merasakan serunya petualangan demi petualangan Dunsa ketika menghadapi berbagai rintangan. Bahkan salah satu bagian memberikan sensasi yang mirip seperti menonton ketegangan di kapal di film Pirates of the Carribean. Negeri yang memikat saya adalah Delmorania, di sini penulis justru lebih bisa membangun dunia yang ajaib dengan beragam makhluk ajaibnya. Dan disinilah saya bertemu para Wyattenakai yang mempesona itu.</p>
<p>Ohya, nilai tambah dari novel ini adalah penulis membuat peta dunia Prutopian. Mengesankan. Ada juga silsilah keluarga istana Naraniscala, namun penggunaan font nya kurang bersahabat dengan mata. Nah, meski saya memberi beberapa catatan, namun diatas segalanya, kesimpulan saya adalah: novel ini bisa jadi novel yang amat potensial, karena imajinasi sang penulis bisa membuat saya keluar dari dunia fantasi tipe JK Rowling dan JRR Tolkien.</p>
<p>Judul: Dunsa</p>
<p>Penulis: Vinca Callista</p>
<p>Penerbit: Atria / November 2011</p>
<p>Tebal: 453 hlm.</p>
<p>My rating: 3,5 of 5 Stars</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dunsa.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dunsa.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dunsa.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dunsa.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dunsa.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dunsa.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dunsa.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dunsa.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dunsa.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dunsa.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dunsa.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dunsa.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dunsa.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dunsa.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=59&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/12/review-by-nophie-nos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16460b1e705a0fed399e5940bf6b26ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiaeffendie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Review Dunsa by Dion Yulianto</title>
		<link>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/12/review-dunsa-by-dion-yulianto/</link>
		<comments>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/12/review-dunsa-by-dion-yulianto/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 02:37:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jia</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dunsa.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[(dari Facebook Dion Yulianto 12 Desember 2011) http://www.facebook.com/notes/dion-yulianto/lomba-resensi-buku-serambi-2011-dunsa-petualangan-epik-di-prutopian/336750286340694?notif_t=note_tag Perkenalkan, 4 negeri besar Prutopian: Naraniscala, Fatacetta, Cuacindaga, dan Delmorania. Inilah dunia baru dalam ranah fiksi-fantasi Indonesia yang akhirnya menambah kaya lagi daftar prosa fantasi di negeri ini. Dilengkapi dengan peta, penamaan &#8230; <a href="http://dunsa.wordpress.com/2011/12/12/review-dunsa-by-dion-yulianto/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=56&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(dari Facebook Dion Yulianto 12 Desember 2011)</p>
<p style="text-align:center;">http://www.facebook.com/notes/dion-yulianto/lomba-resensi-buku-serambi-2011-dunsa-petualangan-epik-di-prutopian/336750286340694?notif_t=note_tag<img class="aligncenter" title="Dion Yulianto" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/281260_2163505217458_1541436385_32204958_2079386_n.jpg" alt="" width="384" height="288" /></p>
<p>Perkenalkan, 4 negeri besar Prutopian: Naraniscala, Fatacetta, Cuacindaga, dan Delmorania. Inilah dunia baru dalam ranah fiksi-fantasi Indonesia yang akhirnya menambah kaya lagi daftar prosa fantasi di negeri ini. Dilengkapi dengan peta, penamaan yang konsisten dan tidak asal comot, serta alur sejarah historis (yang dibuktikan dengan adanya silsilah kerajaan Naraniscala) membuktikan bahwa <em>Dunsa</em>tidaklah “jadi dalam semalam”. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran ekstra yang luar biasa untuk bisa menyusun sebuah cerita epik nan panjang dan cukup lengkap seperti ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dunsa</em> adalah Megorgo dan Merphilia Dunsa, ibu-anak yang takdirnya digariskan untuk mewarnai sejarah peradaban dunia Prutopian. Dikisahkan bahwa Megorgo yang hanyalah wanita biasa mencintai putra mahkota dari negeri Naraniscala, Pangeran Claresta. Akibat perbedaan kasta, keduanya dipisahkan dan dipaksa untuk mengambil jalan yang berbeda. Megorgo lalu berubah menjadi pendendam, ia memutuskan untuk belajar sihir dari kaum Zauberei dan mendirikan sebuah keratuan hitam di Kepulauan Borealis yang terpencil. Saking bencinya ia kepada Naraniscala, Megorgo yang telah berubah menjadi jahat dan berganti nama menjadi Ratu Veruna atau Ratu Merah kemudian menebar teror ke seluruh penjuru Prutopian. Tidak terhitung besarnya korban dan kerusakan yang ditumbulkan, seblum akhirnya Ratu Veruna ini dikalahkan oleh Ratu Alanisador yang kemudian menjadi penguasa Naraniscala.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kisah itu terjadi belasan tahun yang lampau. Masa ketika Ratu Merah dikalahkan telah belasan tahun berlalu ketika Merphilia Dunsa beranjak dewawa. Ia yang tadinya hanya gadis desa yang gemar bertarung, tiba-tiba dikejutkan oleh kunjungan para Zauberei. Mereka mengatakan bahwa Ratu Merah telah dibangkitkan kembali dan sekali lagi mengancam kedamaian Prutopian. Bersama Bibinya Bruzila, keduanya diboyong ke istana hanya untuk menemui fakta baru, Merphilia adalah putri dari Ratu Veruna, Putri Cleorida. Para zauberei juga menyatakan bahwa Merphilia adalah sang gadis petarung yang diramalkan sebagai satu-satunya yang bisa membunuh Ratu Veruna yang telah bangkit kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan bantuan balatentara kerajaan Sena Naraniscala, Merphilia berangkat menuju kerajaan Delmorania yang paling terancam oleh kebangkitan Ratu Veruna. Peta yang ada di depan terbukti sangat memudahkan pembaca untuk mengetahui di mana letak-letak negeri dan kota yang disebutkan dalam buku ini. Dari sinilah petualangan Merphilia sang gadis petarung berlanjut. Aneka petualangan siap menanti, bermacam makhluk legendaris yang selama ini hanya ada dalam buku tiba-tiba mewujud nyata dan benar-benar harus dihadapi Merphilia. Kisah ini diselipi juga dengan bumbu-bumbu romantisme antara Merphilia dengan pangeran Skandar sehingga porsinya pas antara sebuah novel petualangan, fantasi, sekaligus novel remaja. Dengan gaya seperti ini, <em>Dunsa</em>cocok dibaca oleh siapa saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam lembar-lembar <em>Dunsa, </em>petualangan datang susul menyusul. Mulai dari upaya mereka melawan binatang ganas di lautan, berkunjung ke reruntuhan kota dan kuil kuno yang masih menyimpan monster dari masa lampau, serta perang besar yang akan menjadi klimaks dari cerita ini; semuanya memberikan jalinan petualangan paling seru yang bisa ditawarkan oleh tulisan dan kertas. Bagian awal memang harus agak bersabar, namun semakin ke tengah, jalan ceritanya akan mulai terbentuk sebelum akhirnya pembaca kesulitan untuk lepas dari cengkeraman petualangan Merphilia Dunsa. Pun begitu, bab-bab awal ditulis juga ditulis dengan kecemerlangan ide dan kesederhanaan cerita, sehingga tetap enak untuk diikuti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal lain yang menarik dari <em>Dunsa </em>adalah aroma Nusantaranya yang lebih terasa ketimbang buku-buku fikfan lain karya anak bangsa—yang rata-rata masih terlalu mengorbit pada fantasi barat. Penulis mampu menyisipkan rasa lokal dalam penamaan ruang-ruang di istana Naraniscala (Aula Pustaka), nama-nama geografis (Tirai Banir, Gua Gersang, Hutan Rintik, dan Laut bayang Air), bahkan masih menggunakan lema Danyang (roh halus penghuni sungai/danau yang juga dikenal dalam mitologi Jawa). Walaupun masih ditemukan penamaan tokoh-tokoh yang terlalu banyak berbau konsonan “v”, “f”, dan “z” seperti cerita2 fantasi dari Barat, namun nama-nama tokoh dan tempat dalam <em>Dunsa </em>sudah jauh lebih ramah dan relatif mudah diingat untuk sebuah naskah karya penulis lokal. Salut untuk menulis. Semoga, ada lebih banyak lagi fiksi fantasi hasil karya anak bangsa yang tidak ragu lagi menggunakan penamaan ala Indonesia alih-alih terlalu membiduk ke ranah fantasi Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu, serukah petualangan dalam <em>Dunsa?</em> Kalau Anda pecinta cerita fantasi yang model pertempuran antara baik dan jahat, maka buku ini cocok untuk Anda. Bila kamu adalah pembaca remaja yang ingin membaca kisah petualangan sekaligus kisah cinta masa remaja, <em>Dunsa </em>juga cocok untuk kamu. Sementara, bagi pembaca umum yang haus akan fiksi fantasi bermutu karya anak negeri, maka <em>Dunsa </em>wajib dikoleksi. Tidak rugi mengoleksi buku ini, mengingat penulis mampu menulis dan menyusun <em>Dunsa </em>dan dunia Prutopian dengan lengkap dan tidak nanggung. Terlepas dari beberapa pertanyaan yang agak menganjal di sela-sela cerita (seperti modus penyerangan oleh Ratu Veruna yang sepertinya terlalu gegabah serta kisah cinta antara Merphilia dan Skandar yang porsi penceritaannya kadang terlalu <em>over </em> di beberapa bagian), saya memberikan 4 bintang untuk <em>Dunsa.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Atas jerih payah sang penulis dalam mengisahkan dunia Prutopian secara lengkap (dengan riwayat dan peta geografisnya) dan bahwa belum banyak penulis lokal yang menerbitkan buku fiksi seperti ini, dua jempol patut diacungkan pada sang penulis. <em>Dunsa </em>telah menambah satu lagi jajaran fikfan karya anak negeri. Membacanya, Anda akan terbawa kembali pada romantisme membaca <em>Lord of the Ring, The Chronicles of Narnia, </em>dan<em> Harry Potter; </em>agaknya <em>Dunsa </em>ini memang terinspirasi dari tiga master fantasi dunia ini. Namun demikian, <em>Dunsa </em>masih mempertahankan unsur penulisnya yang khas. Mantra-mantra kuno yang ia temukan, aneka makhluk gaib legendaris yang ia jabarkan, serta salam-salam khas penyihir yang ia susun (pastinya dengan kerja keras dan kesungguhan) adalah salah satu yang menjadikan <em>Dunsa </em>layak untuk dibaca dan dikoleksi. Sungguh senang saya diberi kesempatan untuk membaca karya unik ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelajahi dunia Prutopian, karena ada banyak makhluk magis dan petualangan seru menantimu di sana!<em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Judul                : Dunsa</p>
<p>Pengarang        : Vinca Calista</p>
<p>Penyunting        : Jia Effendie</p>
<p>Penyelaras        : Ida Wajdi dan Fenty Nadia</p>
<p>Pewajah Isi       : Aniza Pujiati</p>
<p>Cetakan           : 1, November 2011</p>
<p>Tebal                : 453 halaman</p>
<p>Penerbit            : Atria</p>
<div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dunsa.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dunsa.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dunsa.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dunsa.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dunsa.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dunsa.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dunsa.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dunsa.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dunsa.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dunsa.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dunsa.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dunsa.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dunsa.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dunsa.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=56&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dunsa.wordpress.com/2011/12/12/review-dunsa-by-dion-yulianto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16460b1e705a0fed399e5940bf6b26ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiaeffendie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/281260_2163505217458_1541436385_32204958_2079386_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dion Yulianto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinopsis</title>
		<link>http://dunsa.wordpress.com/2011/11/30/sinopsis/</link>
		<comments>http://dunsa.wordpress.com/2011/11/30/sinopsis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 03:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dunsa.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Dunsa Penulis: Vinca Callista 460 + xii Ukuran: 15 x 23 cm ISBN: 978-979-024-492-4 Terbit: November 2011 Harga: Rp 63.000,- Pesan di sini: TOKO BUKU SERAMBI ONLINE Jl. Kemang Timur Raya No. 16 Jakarta Phone: 021-719 9621 Fax: 021-719 9623 &#8230; <a href="http://dunsa.wordpress.com/2011/11/30/sinopsis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=54&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="color:#000066;"><strong>Dunsa</strong></span></p>
<div>Penulis: Vinca Callista</div>
<div>460 + xii</div>
<div>Ukuran: 15 x 23 cm</div>
<div>ISBN: 978-979-024-492-4</div>
<div>Terbit: November 2011</div>
<div>Harga: Rp 63.000,-</div>
</div>
<div></div>
<div>Pesan di sini:</div>
<div>
<p><strong>TOKO BUKU SERAMBI ONLINE</strong></p>
<p>Jl. Kemang Timur Raya No. 16</p>
<p>Jakarta</p>
<p>Phone: 021-719 9621</p>
<p>Fax: 021-719 9623</p>
<p>Email: toko_online@serambi.co.id</p>
<hr size="1" width="80%" />
<p><strong>TOKO BUKU SERAMBI OFFLINE</strong></p>
<p>Jl. Kemang Timur Raya No. 16</p>
<p>Jakarta</p>
<p>Phone: 021-719 9621</p>
<p>Fax: 021-719 9623</p>
<p>Email: toko_offline@serambi.co.id</p>
</div>
<div></div>
<div>Seumur hidupnya, Merphilia tidak pernah bertemu dengan orang lain selain bibinya. Tidak ada lagi kegiatannya selain melakukan pekerjaan rumah tangga, belajar beladiri dengan Bibi Bruzila, atau membaca buku—satu-satunya hal yang menghubungkannya dengan dunia luar.</div>
<div></div>
<div>Namun di ulang tahunnya yang ketujuh belas, dia bertemu dengan seorang Zauberei yang mengatakan bahwa Merphilia adalah si Gadis Prajurit dalam Ramalan. Hidupnya berubah drastis saat dia ditugasi untuk membunuh seorang penguasa kegelapan dan monster-monster ganas yang telah memorak-porandakan Empat Negeri Besar Prutopian. Dia harus memusnahkan</div>
<div>sang Ratu Merah, Veruna. Ibunya.</div>
<div></div>
<div>Merphilia memang tumbuh besar tanpa kasih sayang ibunya. Namun tetap saja, ketika berhadapan dengan sang ibu, dan membunuhnya, itu bukan hal yang mudah. Terlebih ketika semua orang membencinya lantaran dia adalah putri sang Ratu Merah. Termasuk Pangeran Skandar Ardelazam, lelaki paling tampan yang diam-diam mencuri hatinya.</div>
<div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dunsa.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dunsa.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dunsa.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dunsa.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dunsa.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dunsa.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dunsa.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dunsa.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dunsa.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dunsa.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dunsa.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dunsa.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dunsa.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dunsa.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=54&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dunsa.wordpress.com/2011/11/30/sinopsis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16460b1e705a0fed399e5940bf6b26ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiaeffendie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pre Order #Dunsa</title>
		<link>http://dunsa.wordpress.com/2011/10/31/pre-order-dunsa/</link>
		<comments>http://dunsa.wordpress.com/2011/10/31/pre-order-dunsa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 07:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Dunsa]]></category>
		<category><![CDATA[Preorder]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dunsa.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Hai teman-teman penggemar buku fantasi, Sebentar lagi #Dunsa karya Vinca Callista akan terbit. Jadilah 100 orang pertama yang membaca novel fantasi spektakuler karya pengarang Indonesia yang ga kalah seru dari novel-novel fantasi lain dengan mengisi form pre-order ini. Nama 100 &#8230; <a href="http://dunsa.wordpress.com/2011/10/31/pre-order-dunsa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=19&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai teman-teman penggemar buku fantasi,</p>
<p>Sebentar lagi #Dunsa karya Vinca Callista akan terbit. Jadilah 100 orang pertama yang membaca novel fantasi spektakuler karya pengarang Indonesia yang ga kalah seru dari novel-novel fantasi lain dengan mengisi form pre-order ini.</p>
[contact-form]
<p>Nama 100 orang pertama yang melakukan pre-order buku ini akan mendapatkan tempat khusus di ucapan terima kasih yang dicetak dalam buku #Dunsa, dan tentu saja mendapatkan tanda tangan Vinca Callista. Pemesan akan dihubungi melalui email oleh Penerbit Atria untuk info harga buku dan nomor rekening Atria setelah buku terbit.</p>
<p>Pre-order akan ditutup tanggal 7 November 2011.</p>
<p>Jadi, pesan bukunya yuks!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dunsa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dunsa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dunsa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dunsa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dunsa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dunsa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dunsa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dunsa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dunsa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dunsa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dunsa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dunsa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dunsa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dunsa.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=19&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dunsa.wordpress.com/2011/10/31/pre-order-dunsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16460b1e705a0fed399e5940bf6b26ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiaeffendie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merphilia Dunsa</title>
		<link>http://dunsa.wordpress.com/2011/10/07/merphilia-dunsa/</link>
		<comments>http://dunsa.wordpress.com/2011/10/07/merphilia-dunsa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 08:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dunsa.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Dunsa adalah novel fantasi karya Vinca Callista yang diterbitkan oleh Penerbit Atria. Alkisah, di dunia Prutopian, tempat empat kerajaan besar berdiri; Naraniscala, Delmorania, Ciricindaga, Fatacetta, hiduplah seorang gadis muda. Terkucil dari keramaian ibukota kerajaan Naraniscala, Fastehagan, gadis itu tinggal dengan &#8230; <a href="http://dunsa.wordpress.com/2011/10/07/merphilia-dunsa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=10&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunsa adalah novel fantasi karya Vinca Callista yang diterbitkan oleh Penerbit Atria.</p>
<p>Alkisah, di dunia Prutopian, tempat empat kerajaan besar berdiri; Naraniscala, Delmorania, Ciricindaga, Fatacetta, hiduplah seorang gadis muda. Terkucil dari keramaian ibukota kerajaan Naraniscala, Fastehagan, gadis itu tinggal dengan bibinya di Tirai Banir. Dia tidak pernah beranjak lebih jauh dari tempat itu. Aktivitasnya sehari-hari adalah berlatih pedang, panah, dan melatih keahlian berbagai senjata tajam lainnya. Dia dipersiapkan untuk itu, meskipun tidak tahu kenapa.</p>
<p>Sebuah kunjungan ke Fastehagan mengubah hidupnya.</p>
<p>Semua hal yang diketahuinya seolah berbalik menyerangnya dengan fakta yang berbeda. Dia bukan dirinya. Di masa lalu, dia adalah seseorang yang lain. Seumur hidupnya, dia adalah Merphilia Dunsa. Namun, tiba-tiba begitu banyak orang yang mengaku mengenalnya, menyebutnya dengan nama lain. Putri Cleorinda. Lalu, mereka menumpukan beban yang begitu berat di pundaknya. Sebuah ramalan yang tertulis dalam Kitab Kahrama. Takdir yang telah dipersiapkan untuknya. Pejuang pembela Naraniscala, menumpas musuh bebuyutan. Ratu Veruna. Ibunya sendiri.</p>
<p>Merphilia tidak pernah mengenal ibunya. Tidak pernah tahu siapa ibunya. Bruzila Bertin, bibi sekaligus mentornya, menutupi kenyataan ini dari gadis itu. Phi tidak pernah tahu bahwa ada sosok bernama Megorgo Dunsa, gadis desa kekasih sang raja yang begitu patah hatinya sehingga mengubah watak dan penampilannya. Dia menjadi ratu pemberontak dengan sihir yang kuat, ingin mengobrak-abrik Naraniscala karena kesumat. Mergogo Dunsa menjadi Ratu Veruna. Ratu terjahat di seluruh dunia Prutopian.</p>
<p>Dia berhasil ditumpas, tetapi tidak jiwanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belasan tahun kemudian, seorang penyihir membangkitkan kembali jiwa Ratu Veruna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengacau di Prutopian. Mengancam keselamatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan hanya ada satu orang yang bisa mengalahkannya:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>MERPHILIA DUNSA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dunsa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dunsa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dunsa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dunsa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dunsa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dunsa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dunsa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dunsa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dunsa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dunsa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dunsa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dunsa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dunsa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dunsa.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dunsa.wordpress.com&amp;blog=28198745&amp;post=10&amp;subd=dunsa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dunsa.wordpress.com/2011/10/07/merphilia-dunsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16460b1e705a0fed399e5940bf6b26ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiaeffendie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
